Kontribusi Asuransi terhadap Perekonomian

DSC05941

Tulisan ini sekilas memaparkan kondisi dan kontribusi perusahaan perasuransian dalam perekonomian nasional. Perubahan lingkungan eksternal, khususnya variabel-variabel ekonomi akan berdampak pada perusahaan perasuransian. Pertumbuhan ekonomi termasuk juga pertumbuhan pendapatan masyarakat merupakan faktor yang dapat mempengaruhi potensi dan prospek industri asuransi. Secara makro, kinerja perusahaan asuransi akan terimbas dari menurunnya aktivitas atau perkembangan ekonomi sebuah Negara. Beberapa penelitian menunjukkan bentuk hubungan antara industri asuransi dengan pertumbuhan ekonomi di satu atau beberapa Negara.

Secara teoritis hubungan antara perkembangan asuransi dan pertumbuhan ekonomi bersifat causal relationship, tetapi pertanyaan kritisnya yaitu mana yang lebih kuat sebagai kontributor utama? Atau dengan kata lain, mana yang berada pada posisi sebab dan akibatnya. Pertumbuhan ekonomi mendukung pertumbuhan asuransi atau pertumbuhan asuransi mendukung pertumbuhan ekonomi? Jawabannya memerlukan analisis yang mendalam, yang menggabungkan perspektif teoritis dan empiris. Sudut pandang teoritis berarti membahas tentang prinsip asuransi umum terkait dengan sumber dan penggunaan dana- yang berhubungan dengan mobilisasi dana masyarakat dalam bentuk premi dan pengelolaan dana tersebut untuk tujuan investasi. Prinsip tersebut selanjutnya dikaitkan dengan posisi asuransi sebagai lembaga keuangan dalam mekanisme circular flow of income- sebuah model ekonomi sederhana yang menggambarkan saling keterhubungan antara pelaku ekonomi.

Pada tahun 2013 nilai total premi dunia yaitu sebesar USD 4640941 Juta yang terdiri dari premi asuransi jiwa sebesar USD 2608091 juta dan premi asuransi umum sebesar US$ 2032850 juta. Dengan menggunakan nilai nominal, premi pada tahun 2013 mengalami penurunan, namun jika disesuaikan dengan tingkat inflasi, total premi dunia menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,4% untuk total, 0,7% untuk premi asuransi jiwa dan 2,3% untuk asuransi umum. Wilayah ASEAN mengalami pertumbuhan yang relative lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia yaitu sebesar 9,5% untuk total premi, 10,1% untuk premi asuransi jiwa, dan 8,1% untuk asuransi umum.

Penetrasi asuransi Indonesia masih di bawah rata-rata dunia, Asia, dan ASEAN. Penetrasi asuransi diIndonesia sebesar 2,1 persen untuk total premi, sedangkan rata-rata dunia, Asia, dan ASEAN beturut-turut sebesar 6,28%, 5,37%, dan 3,35%. Posisi densitas asuransi juga relative sama yaitu masih dibawah rata-rata dunia. Premi per kapita Indonesia berturut-turut sebesar USD 77 untuk total premi, USD 59 untuk asuransi jiwa, dan USD 18 untuk asuransi umum. Nilai tersebut masih di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand yang bertutur-turut sudah mencapai USD 2388, USD 341, dan USD 214 untuk total premi, namun masih di atas Filipina dan Vietnam sebesar USD 54 dan USD 23. Densitas asuransi yang rendah tersebut bisa dipahami karena jumlah penduduk Indonesia yang lebih besar. Indonesia masih memiliki potensi yang sangat besar jika mengandalkan potensi penduduk tersebut, apalagi jika didukung dengan pertumbuhan pendapatan.

3 Responses to Kontribusi Asuransi terhadap Perekonomian

  1. Garda Oto says:

    Artikel yang sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan..Salam Nia Garda oto.. klikgardaoto.com

  2. Garda Oto says:

    Kontribusi Asuransi terhadap Perekonomian…Artikel yang sangat bermannfat,terimakasih.. Mampirjuga ya di klikgardaoto.com

  3. MTWI says:

    Sekarang masyarakat mulai sadar akan pentingnya asuransi sejak ada program BPJS, meski belum maksimal

Leave a Reply to MTWI Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


1 + = six


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by WordPress | Designed by: Dog Groomer | Thanks to Assistant Manager Jobs, Translation Jobs and New York Singles