Warga Miskin Tidak Perlu Asuransi, Benarkah?

Mampukan tukang ojek dan bajay beli asuransi?

Apakah sebagian besar masyarakat Indonesia masih mempunyai simpanan yang bisa dibeli untuk proteksi asuransi? Jika pun ada kelebihan konsumsi, uang berlebihnya lebih banyak disimpan di bank. Lalu bagaimana dengan warga miskin yang tidak punya uang berlebih? Apakah produk asuransi menjadi barang mewah bagi saudara kita yang secara finansial masih berada di bawah garis kemiskinan?

Sigma World Insurance in 2010 melaporkan bahwa Indonesia tergolong negara yang terpuruk dalam upaya pelindungan atau proteksi terhadap jiwa manusia. Ukurannya adalah Insurance Density dan Insurance Penetration. Negeri dengan penduduk lebih dari 240 juta ini menempati peringkat ke-11 dari  27 negara di Asia. Posisi tersebut berdasarkan total premi Indonesia pada tahun 2010 sebesar 10,7 Milyar Dollar. Premi tersebut mencakup asuransi jiwa dan asuransi umum.  Jumlah premi tersebut sebenarnya meningkat 28,91 persen dibandingkan tahun 2009.

Jawara Asia ditempati oleh Jepang. Indonesia kalah jauh dengan tiga negara ASEAN: Singapura, Thailand, dan Malaysia yang berada pada peringkat 7 sampai 9.  Jika total premi tersebut dibagi dengan GDP- dikenal dengan insurance penetration- maka nilanya hanya 1,5 persen dari GDP. Untuk indikator tersebut, Indonesia menempati  peringkat ke-16. Jika total preminya dibagi dengan jumlah penduduk  maka  posisi Indonesia tambah melorot, yaitu pada posisi ke 22 di Asia dengan nilai premi per kapita sebesar 45.8 Dollar, atau sekitar Rp 400 Ribuan saja.

Sekarang mari kita lihat indikator untuk asuransi jiwa. Laporan yang dirilis Swiss Ree tersebut mencatat total premi asuransi jiwa di Indonesia sebesar 7.2 Milyar Dollar. Kecedenrungannnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,  yaitu  meningkat sebesar 31.1%. Bolehlah kita tidak perlu berkecil hati karena Indonesia nongrong di peringkat ke sepuluh di Asia. Nilai insurance density- yaitu nilai premi asuransi jiwa dibagi jumlah penduduk – adalah sebesar 30,9 USD, atau hanya Rp 275 Ribu.

Indikator tersebut membuat kita miris.Apakah memang seluruh masyarakat Indonesia tidak bisa menyisakan uangnya untuk perlindungan dirinya dari segala risiko yang mengancam jiwa atau kesehatan dirinya? Setidaknya ada beberapa faktor penyebabnya.

Pertama, kondisi tersebut bisa saja dikarenakan fungsi dan peran asuransi kurang dikenal oleh sebagian besar orang Indonesia. Orang Indonesia lebih mengenal produk-produk perbankan dibanding jasa asuransi. Coba saja tanya kepada beberapa orang di dekat Anda. Apakah mereka mengenal apa itu asuransi berjangka, mutiguna, atau dana pensiun. Kurang dikenalnya fungsi dan peran asuransi menjadi pekerjaan rumah dari pelaku industry asuransi.

Kedua, orang Indonesia mungkin sudah mengenal asuransi, tapi belum merasa butuh atau perlu membeli asuransi. Sikap ini bisa saja dipengaruhi oleh persepsi bahwa asuransi itu adalah “bisnis janji”. Kita membeli produk asuransi tetapi manfaatnya baru dirasakan nanti. Bahkan bisa saja klaim asuransi tidak terjadi jika kita baik-baik saja, atau tidak mengalami musibah yang diproteksi oleh jasa asuransi. Faktor ini lebih banyak berhubungan dengan kesadaran atau tanggung jawab. Apalagi jika manfaat asuransi tersebut menjadi hak atau warisan dari anak atau keturunannya. Kepastian manfaat finansial bagi anak atau keluarga seharusnya bisa menjadi motivasi utama untuk membeli asuransi.

Ketiga, orang tidak membeli asuransi karena memang tidak punya uang untuk membelinya. Walaupun mereka tahu fungsi dan peranan asuransi, rasanya percuma saja karena ketidakberdayaan finansial membuat asuransi hanyalah mimpi. Jika kondisinya sudah begitu, apakah pemerintah harus lepas tangan dan membiarkan jiwa sebagian masyarakat Indonesia seolah tidak berharga sama sekali?

Berkenaan dengan faktor ketiga tersebut, pemerintah memang sudah melalukan berbagai upaya, di antaranya adalah jaminan kesehatan masyarakau bagi warga miskin, keberadaan asuransi sosial seperti jasa raharja, kewajiban perusahaan untuk mengasuransikan tenaga kerjanya melalui program jamsostek. Bahkan, UU Sistem Jaminan Sosial pun sudah diberlakukan sejak pemerintahan ibu Megawati pada tahun 2004. Namun, UU tersebut sepertinya belum ada gaungnya. Memang masih menunggu terbentuknya lembaga yang mempunyai kewenangan dalam mengelola dana untuk jaminan sosial, yang sampai saat ini masih diperdebatkan di legislatif.

Atau, kita mungkin pernah mengenal micro-insurance yang memang diperuntukan bagi masyarakat yang secara finansial masih kurang beruntung. Bisa saja, perusahaan asuransi menjual produk asuransi dengan nilai premi yang kecil, bahkan bisa ditarik per hari. Secara teoritis itu bisa saja diberlakukan. Kita lihat saja premi asuransi jiwa per kapita sebesar 275 ribu per orang. Itu berarti hanya menyediakan kurang dari 1000 rupiah per hari. Rasanya uang sebesar itu masih bisa disisihkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Bukankah harga rokok atau gorengan saja lebih mahal dari itu?

Akhirnya, ini kembali ke kesadaran kita semua- baik pemerintah maupun masyarakat, termasuk juga peran para pelaku atau praktisi asuransi di Indonesia.

Jadi, masihkah Anda berpendapat bahwa asuransi itu hanya untuk orang kaya saja?

25 Responses to Warga Miskin Tidak Perlu Asuransi, Benarkah?

  1. Menurut saya yang membutuhkan asuransi itu tidak hanya orang kaya saja, tapi orang miskin pun berhak bahkan semua orang pun berhak untuk meengasuransikan jiwanya. Kenapa saya mengatakan demikian, karena semua orang berhak untuk melindungi jiwanya dari segala musibah. Musibah bisa datang kapan saja yang tidak mengenal usia, status orang kaya atau miskin, dan lain-lain. Jadi setiap orang harus mengasuransikan jiwanya demi melindungi dirinya dari segala musibah yang datang. Tapi kembali lagi pada kesadaran diri masing-masing, seperti yang telah dijelaskan pada point pertama, kedua, dan ketiga diatas.

  2. bukannya tidak perlu tapi sangat perlu , orang miskin ga muluk muluk kok ga minta asuransi mobil , motor , rumah , dsb , mereka cuma mau asuransi kesehatan .
    sebenarnya sudah ada yang namanya jamkesmas . mungkin negara sudah mengupayakan , tapi kenapa ketika rakyat miskin berobat tidak langsung dilayani malah di nomor duakan.
    lalu ngomong2 asuransi , pihak jasa asuransi sering kali mempersulit cairnya uang asuransi malah tidak jarang juga yang uangnya tidak pernah cair . sebenarnya ingin memberi perlindungan atau memanfaatkan keadaan ya . sebuah sistem yang perlu di perbaiki

  3. menurut saya semua warga indonesia berhak mendapatkan asuransi untuk perlindungan masing-masing masyarakat, dalam konteks asuransi perlu adanya perundang-undangan khusus terhadap seluruh warga di indonesia. ini bisa di sebut salah satu fasilitas sebagai warga negara, dalam pancasila disebutkan bahwa keadilan sosial adalah milik seluruh rakyat indonesia. jelas sekali terlihat bahwa kita sebagai warga negara mempunyai hak untuk memperoleh kehidupan yang layak, atau dapat dikatakan sebagai jaminan hidup melalui asuransi. asuransi bisa dipakai sebagai media untuk menjamin kehidupan layak di indonesia.
    jadi bukan hanya orang-orang di kalangan atas saja yang perlu asuransi namun warga kurang mampu pun perlu diberikan asuransi sebagai hak berwarga negara.

  4. Tidak,karena asuransi berhak dimiliki oleh siapa saja terutama untuk orang miskin. Tetapi,seperti yang kita ketahui untuk memiliki asuransi kita wajib melakukan pembayaran premi tiap bulannya kepada pihak asuransi yang kita percaya. sehingga, tidak mengherankan jika rata-rata masyarakat yang memiliki asuransi ialah masyarakat kalangan atas. Sedangkan bagi masyarakat kalangan menengah kebawah hal tersebut merupakan beban tersendiri bagi mereka dan beda halnya jika pemerintah sendiri yang memberikan asuransi secara cuma-cuma. dengan kata lain,bukannya masyarkat kurang mampu tidak mengetahui apa itu asuransi,tetapi karena kondisi finansial yang membuat masyarakat tersebut tidak mampu memiliki asuransi.

  5. Jika dijawab benar atau tidak benar tentu saya menjawab tidak benar. Karena semua manusia berhak untuk mendapat perlindungan atas dirinya sendiri dalam bentuk jasa asuransi.
    Namun, kenapa ada statement dari”warga miskin tidak memerlukan asuransi”. Seperti pepatah “tidak ada asap kalau tidak ada api” begitu juga dengan statement ini. statement ini tidak mungkin disimpulkan jika tidak ada alasannya.Menurut saya alasannya ada 2 yaitu:
    1. Kurangnya pengetahuan warga-warga yang kurang mampu akan pentingnya asuransi dan tidak adanya biaya untuk asuransi.
    2. Belum tingginya kesadaran masyarakat buat menghargai dirinya dengan mengikuti jasa asuransi. Kalau menurut saya alasan kedua inijawaban dari masalah pro-kontra asuransi hanya untuk kalangan atas atau bawah.Bukan hanya warga miskinsaja yang banyak tidak memiliki asuransi,bahkan orang mampu sekalipun ada yang belum memilikiasuransi karena tingkat kesadaran yang belum tinggi.Apalagi sekarang sudah banyak perusahaan jasa asuransi baik swasta maupun dari pemerintahan yang membuka jasa asuransi yang pembayarannya tidak membebankan masyarakat bahkan masyarakat kecil seperti yang dipaparkan di artikel diatas.Jika seseorang tahu akan betapa pentingnya hidup mereka tentu mereka akan berupayauntuk dapat menggunakan jasa asuransi.Namun pemerintah kiranya terus memperjuangkan nasibrakyat yang ingin benar-benar memiliki asuransi tapi tidak bisa dalam finansial,semogamendapatjalan keluarnya dan buatmasyarakat itu sendiri kiranya lebih tinggi lagi tingkat kesadarannya akanpentingnya asuransi.

  6. Wah, pasti salah kalau orang miskin tidak butuh asuransi.
    Asuransi seharusnya buat semua kalangan baik itu miskin, kaya, tua, ataupun muda.
    Hemm, mungkin banyak orang miskin yang menganggap kalau asuransi itu barang yang wah, memang tidak salah, karena dengan penghasilan mereka yang pas-pasan buat kebutuhan sehari-hari sedangkan biaya asuransi yang harus dibayarkan tidak sesuai dengan penghasilan yang mereka dapat.
    jadi, mereka pikir toh, buat makan dan kehidupan sehari-hari saja ngepas, bagaimana mau membuat asuransi.
    Selain itu, kebutuhan mendadak akan biaya ini itu, jika mereka membuat asuransi, hasilnya pun tidak akan mereka dapatkan secara maksimal.
    Hemm, mungkin itu alasan kenapa hanya segelintir orang miskin yang membuat asuransi, bukan tidak perlu.

  7. UUD 1945 mengatur akan kesejahtraan rakyat Indonesia, sila ke 5 Pancasila berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indoensia”.jadi siapa pun layak untuk menerima asuransi baik orang miskin,marginal, maupun orang kaya.Ada beberapa faktor menyebabkan asuransi orang kaya lebih tinggi daripada orang miskin :
    1. Kurangnya pengetahuan dan informasi tentang asuransi.
    2. Kurangnya sosialisasi pemerintah kepada Rakyat miskin ataupun marginal akan pentingnya berasuransi.
    3. Biaya untuk berasuransi tergolong mahal.
    4. Kebutuhan sehari-hari belum tercukupi.

    Kepada para pemerintah yang terhormat,dengarkanlah keluhan dan jeritan rakyat,dan perhatikanlah kesejahtraan rakyat , supaya cita-cita Pendiri NKRI tercapai sesuai UUD 1945, bukan hanya janji tetapi bukti.

  8. tidak benar, asuransi diberlakukan bagi seluruh masyarakat terutama masyakarat miskin. tetapi solusinya, seharusnya pemerintah bisa memberlakukan sistem pemberian asuransi kepada masyarakat yang disesuaikan dengan pendapatan mereka. sebenarnya tak perlu setiap orang harus mendaftarkan diri ke perusahaan asuransi karena semestinya asuransi sudah harus diberikan sejak pertama lahir. banyak sekali negara maju yang memberlakukan sistem sepeti itu. tetapi, bagaimana pemerintah indonesia bisa memperhatikan asuransi kepada rakyak miskin jika korupsi di negeri ini sulit diberantas? kita hanya butuh pemimpin yang jujur,tidak egois, dan peduli akan kesejahteraan rakyatnya.Tegakan hukum dan berlaku adil. perlu diingat kembali, berhubung mayoritas masyarakat di Indonesia beragama Muslim, lebih baik masyarakat lebih mengutamakan sistem asuransi syariah agar tidak terjadi riba yang bisa merugikan sebelah pihak.

  9. Menurut saya, semua orang perlu asuransi tidak terkecuali warga miskin. Asuransi tidak hanya untuk orang kaya saja, orang miskin juga sangat perlu untuk kehidupan yang lebih baik, seharusnya tidak memandang seperti itu semua orang punya hak yang sama di Negara ini. Dari awal kita harus sudah memikirkan untuk kedepannya untuk hidup lebih baik dan terlindungi. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, jadi sebelum itu kita harus ada persiapannya. Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan warganya yang kekurangan dalam hal financial agar semua warga Indonesia sejahtera.

  10. Menurut saya pribadi tidak benar,Asuransi itu sangat penting bagi semua kalangan. Tidak perlu berpikir apakah kita dari golongan Miskin, Menengah dan Kaya. Pernahkah anda tahu betapa pengtingya si Asuransi itu sendiri khususnya Asuransi Jiwa. Pernah tidak terpikir oleh kita, kalau suatu saat kita masuk rumah sakit atau tertimpa suatu musibah bahkan Meninggal dunia, kalau saja kita punya Asuransi, kita tidak perlu membebankan keluarga, teman atau orang di sekitar kita untuk menanggung biaya yang di bilang cukup besar. Asuransi justru memberikan berbagai solusi untuk masa depan kita. Uang asuransi yang kita punya juga dapat kita gunakan untuk dana pensiun, dana pendidikan, bahkan dana darurat sekalipun.

    Saya pernah mendengar informasi nyata kalau tukang sapu jalanan saja punya asuransi lho (Asuransi Kesehatan dan Jiwa), dia bisa menyisihkan uang sedikit untuk masa depan keluarganya. karena dia berpikir kalau dia nanti sakit bahkan meninggal dunia, dia tidak mau merepotkan keluarga karena dia sadar kalau masuk rumah sakit bagaimana dia mencukupi semua biayanya.kalau mau informasi mengenai Asuransi saya juga bisa membantu memberikan informasinya, karena informasi yang paling penting dan bermanfaat harus di ketahui oleh semua kalangan dan saya senang jika bisa memberikan informasinya untuk semua orang.

    Jadi yang paling penting itu, kita harus tahu manfaat dan pentingnya Asuransi itu. Orang mungkin beranggapan asuransi itu wah, padahal memang benar wah tapi wah dari sisi manfaatnya yang sangat bantu kita.

  11. Rianto Purba says:

    Asuransi sangat dibutuhkan oleh siapapun termasuk warga miskin terutama asuransi kesehatan. Kembali pada pengertian asuransi yaitu proteksi bagi diri kita dari berbagai hal yang tidak diinginkan dan tidak terduga. Asuransi kesehatan menjadi sangat perlu untuk memperingan langkah warga miskin ke rumah sakit. Tapi di Indonesia defenisi yang saya utarakan diatas menjadi sekedar defenisi yang saya tahu dari dosen dan dari beberapa buku yang pernah saya baca. Karena yang terjadi akhir-akhir ini adalah rasa kecewa yang diderita warga miskin yang seharusnya berhak mendapatkan layanan kesehatan. Asuransi seperti Jamkesmas, Jampersal, Askes dan sejenisnya yang berasal dari fasilitas pemerintah sangat tidak di hargai oleh pihak pemberi layanan sebut saja rumah sakit. Sebuah contoh kasus mei lalu seorang ibu bernama Hamsyah meninggal dunia karena terlambat mendapatkan penanganan medis. Dia ditolak beberapa rumah sakit di Bogor dengan alasan tidak ada kamar. Pada hal dia memegang Askes. Sumber–> (http://banjarmasin.tribunnews.com/2012/02/25/buruh-meninggal-karena-sempat-ditolak-masuk-rs). Contoh lainnya adalah Seorang ibu pemegang Askeskin bernama ibu Nurhaya yang menderita penyakit siluit atau penyakit gumpalan daging yang ditolak berobat hingga akhirnya ibu Nurhaya menunda untuk mengobati penyakitnya. Dan masih banyak kasus yang sama lainnya. Dengan mendengar kabar-kabar seperti ini, apakah salah kalau warga miskin menjadi tidak percaya dengan asuransi seperti askeskin dan sejenisnya? Kartu yang mereka harapkan dapat membantu mereka untuk mendapatkan layanan yang seharusnya hanya menjadi kartu biasa yang tiada arti. Jadi kesimpulan saya, Asuransi sangat dibutuhkan oleh warga miskin, namun dengan berbagai berita yang sering disiarkan di media massa tentang kekecewaan para pemegang Askeskin dan sejenisnya membuat warga miskin enggan menjadi salah satu pemegang asuransi yang didapat dengan HARGA MURAH PERBULAN ATAU PERHARINYA. Saran saya selayaknya pemerintah membenahi dahulu semua sistem asuransi yang akan diberikan kepada warga miskin. Hal ini membutuhkan kerja sama antara pihak pemerintah sebagai pemberi bantuan asuransi dengan pihak swasta.
    Sekian.

    Salam…

  12. Asuransi merupakan hal yang penting bagi setiap orang, karena sewaktu-waktu kita mendapatkan musibah sakit. Tidak semua orang mempunyai dana mendadak yang besar untuk berobat atau kerumah sakit. Namun kurangnya kesadaran orang betapa pentingnya asuransi.
    Ada pepatah mengatakan yang miskin tidak berasuransi atau yang miskin tak boleh sakit. Melihat berita di televisi banyak orang miskin yang sakit yang diterlantarkan karena mereka tidak mempunyai asuransi apalagi dana untuk membayar rumah sakit. Padahal itu adalah rumah sakit pemerintah, pasien miskin tidak mendapatkan kamar dan tidak dilayani. Meskipun rakyat miskin memiliki kartu kesehatan miskin sekalipun. Semestinya pemerintah daerah mendata ada berapa orang miskin orang miskin dan diberikan asuransi tidak hanya asuransi dari pemerintah namun asuransi dari swasta bagi rakyat miskin untuk dapat berobat.

  13. syamsul arifin says:

    menurut saya asuransi adalah hak bagi setiap orang, tidak ada istilah perbedaan derajat apakah itu orang kaya atau orang miskin, yang menjadi pokok permasalahan disini adalah perlidungan terhadap orang miskin yang sangat kurang dari pemerintah, seolah -olah pemerintah hanya berpihak terhadap kaum kapitalis, salah satu contohnya adalah kasus lumpur lapindo di jawa timur sampai saat ini masih belum terselesaikan sehingga masyarakat miskin bukan semakin berkurang malah semakin bertambah di negeri ini. maksud saya memaparkan contoh tersebut adalah supaya pemerintah lebih melindungi rakyat miskin yang ada di negeri ini dengan memberikan asuransi kesehatan dalam bentuk yang nyata, artinya pemerintah wajib menindak tegas rumah sakit yang tidak mau melayani orang miskin bahkan bila perlu rumah sakit tersebut dipublis di media elektronik agar masyarakat tahu bahwa kinerja rumah sakit tersebut sangat buruk. mengapa saya membicarakan masalah kesehatan karena kesehatan adalah kunci utama suksesnya dari sebuah bangsa. dalam kasus pemeringkatan GDP diatas pemerintah seharusnya malu setelah dibandingkan dengan jumlah penduduknya, pemeringkatannya menjadi sangat terpuruk dan saya pikir pemerintah sampai saat ini belum pernah melihat masyarakatnya sampai ke akar-akarnya karena pada kenyataannya jumlah orang miskin yang ada di negeri ini bukan semakin berkurang malah semakin terus meningkat setip tahunnya. salah satu bentuk perlindungan pemerintah terhadap rakyat miskin yang terpenting adalah memberikan perlindungan asuransi kesehatan dan pendidikan yang seluas-luasnya dan bila perlu lakukan nasionalisasi terhadap energi yang dikuasai oleh pihak asing agar pendapatan dari hasil energi tersebut dapat membiayai asuransi-asuransi tersebut.

  14. tidak ada batasan untuk Asuransi baik itu untuk jiwa maupun dana bekal pensiun kelak, kaya atau miskin manusia sangat membutuhkan jasa ini. mulai dari seorang bayi hingga dewasa. Sangatlah penting Asuransi jiwa bagi kehidupan manusia. Adapun beberapa kendala yang menghambat seperti kurangnya sosialisasi mengenai cara beransuransi dan penjelasan mengapa pentingnya asuransi, sebaiknya ada program pnyuluhan pada masyarakat lebih mendalam lagi tentang Asuransi ini. selain itu, ada sebagian masyarakat menilai bahwa Asuransi itu untuk memperjualkanbelikan kematian, karena kurangnya pengetahuan akan manfaat Asuransi, seperti tabungan dana pensiun, tabungan untuk pendidikananak dan jiwa. Kendala yg paling menggelitik adalah masyarakat yang sadar akan asuransi itu penting, namun ekonomi yang berhalangan. menurut saya, mereka berfikir seperti itu karena beranggapan asuransi itu mahal, padahal jika sempat rajin2 menghitung dengan cara menabunglah semua dapat terwujud. apapun alasannya asuransi wajib dimiliki oleh setiap manusia tidak memperdulikan baik miskin atau kaya.

  15. admin says:

    Terima kasih kepada semuanya yang masih menyempatkan diri memberikan tanggapan. Tanggapan tersebut memberikan tambahan informasi atau perspektif lain. Setidaknya, setiap orang pasti mengharapkan perlindungan, baik kesehatan, jiwa, maupun propertynya. Namun keterbatasan finansial bisa menghalangi keinginan tersebut. Di sisi lain, peran pemerintah melalui asuransi sosial atau program penjaminan lainnya harus bisa melindungi masyarakat yang kurang beruntung

  16. Diana Ritri says:

    assalamualaikum wr.wb
    saya ingin memberi sedikit komentar tentang artikel ini.
    jujur, saya sangat tidak setuju dengan judul artikel ini. sangat sangat sangat tidak setuju, namun apabila ada yang menyetujuinya mungkin saya hanya bisa terheran-heran saja. sebetulnya hak mendapat perlindungan adalah hak seluruh rakyat, tanpa pandang bulu. tak terkecuali siapa pun dia, apa pekerjaannya, dimana ia tinggal itu seharusnya tidaklah menjadi suatu penyebab apakah ia pantas mendapatkan asuransi atau tidak. karena menurut saya, asuransi sudah menjadi satu paket dengan atau melekat pada identitasnya menjadi bagian dari Indonesia.

    sebenarnya judul ini sangat tidak mengherankan, karena memang inilah yang terjadi di Indonesia, sungguh ironis memang bila kita melihat ke sisi luar, dimana adanya jurang yang sangat dalam membatasi antara si ‘kaya’ dan si ‘miskin’. bahkan saya sendiri sangat tidak menyukai dengan kata/sebutan miskin untuk orang-orang yang kurang beruntung.
    Seperti yang sudah di paparkan di atas bahwa ada tiga alasan orang-orang golongan bawah tidak menggunakan jasa asuransi.
    Menurut saya kesalahan kasus ini terletak di antara pemerintah dan orang-orang golongan itu sendiri (50:50). Pemerintah dan orang golongan bawah sama-sama kurang peduli, kurang tanggap, dan terlalu menyepelekan hal-hal kecil yang mungkin bisa jadi besar bila tidak di tangani dengan baik dan serius.

    Selain faktor itu faktor yang mungkin sering orang berpikir beratus-ratus kali untuk memutuskan menggunakan asuransi adalah persoalan finansial. Dimana kita berada di negara berkembang yang hampir sebagian besar pendapatannya sangat kecil atau dengan kata lain hanya dapat memberi sesuap nasi saja. Ini adalah kendala besar, bahkan mungkin orang dengan pendapatan pada standar UMR ia juga tidak akan segan untuk berkata tidak pada asuransi, karena kebutuhan pokok saja sudah sulit terpenuhi apalagi untuk asuransi? Bagaimana pun kita tidak dapat main hakim sendiri, ini bukan sepenuhnya salah mereka karena mereka pun juga tidak memilih untuk hidup dalam kondisi seperti itu. Mungkin kita selalu berangan-angan “kapan sih Indonesia maju?” “bagaimana caranya merubah pola pikir Indonesia agar dapat lebih maju lagi?” dan “sampai kapan Indonesia akan terus seperti ini? Akankah selamanya?”.

    Untuk itu janganlah kita mencermin dengan keadaan Indonesia sekarang ini, janganlah kita terus berkomentar saja, lakukanlah perubahan dikit demi sedikit. bangunlah pondasi yang kuat untuk masa depan dengan memulai dari hal-hal yang kecil. Dan jadikanlah kita cermin untuk generasi-generasi selanjutnya.

    Jadi intinya bahwa tidak ada perbedaan dengan si kaya dan si miskin,kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama, bahkan asuransi kita pun punya hak yang sama yang harus di penuhi dengan paksa.

    sekian komentar dari saya. mohon maaf apabila ada salah kata
    wassalamualaikum wr.wb

  17. Assalamualaikum wr.wb
    Untuk pertanyaan perlu atau tidak perlukah jaminan kesehatan saya kira semua sepakat seluruh warga negara indonesia(kaya dan miskin) perlu asuransi atau jaminan kesehatan. Mungkin yang dimaksud penulis ialah untuk proteksi diri perlukah warga miskin membayar premi asuransi kesehatan ke perusahaan asuransi layaknya orang kaya? Menurut saya masyarakat miskin tidak perlu membayar premi asuransi untuk proteksi diri layaknya orang-orang kaya karena mereka seharusnya sudah menjadi tanggungan pemerintah melalui program Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin dengan keluarnya Surat Keputusan Menkes Nomor 332/menkes/SK/V/2006.
    Program ini adalah program yang bertujuan meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang tidak mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan agar tercapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

  18. Sungguh sangat disanyangkan kalau Indonesia termasuk Negara yang terpuruk dalam upaya pelindungan atau proteksi terhadap jiwa manusia. Melihat jumlah penduduk Indonesia saat ini yang jumlah rakyat miskinnya banyak, seharusnya pemerintah dan praktisi assuransi lebih memperhatikan rakyat miskin, bisa saja dengan mengalokasikan dana untuk assuransi rakyat miskin, sehingga rakyat miskin tidak perlu membayar untuk memperoleh assuransi.Pejabat-pejabat negri ini, mereka hidup dengan kemewahan dengan fasilitas-fasilitas yang serba mencukupi kebutuhan mereka, setidaknya ada perhatian untuk rakyat miskin. Banyak rakyat miskin yang tidak terlihat oleh pandangan kita bahkan ada rakyat miskin yang jauh sekali dari perhatian pemerintah, mereka sakit tidak bisa berbuat apa-apa, berobat tidak bisa karena terhalang oleh biaya. Apakah ini adil?, jangankan untuk mendapatkan assuransi, terdaftar sebagai penduduk saja tidak. Ini merupakan hal yang harus sangat diperhatikan karena rakyat miskin juga perlu jaminan atas hidupnya, keselamatan,dan kesehatan. Mudah-mudahan pemerintah, para praktisi assuransi, dan kita semua bisa melihat dan membuka mata untuk lebih peduli terhadap saudara, rakyat miskin yang ada disekitar. Dapat berlaku adil untuk semua kalangan.

  19. Kalau kita perhatikan mungkin selama ini asuransi kurang diperhatikan, masalah yang menjadi fokus perhatian hanya masalah-masalah kesehatan, pendidikan, kemiskinan, dan masalah lain yang tidak berhubungan dengan asuransi.
    Padahal seharusnya seluruh lapisan masyarakat mengetahui dan memiliki asuransi, karena asuransi ini cukup penting untuk kehidupan seseorang. Agar tidak hanya kalangan tertentu saja yang dapat menikmati asuransi itu maka, dibutuhkan kerja sama yang baik dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun, pihak penyelenggara asuransi untuk memberikan penyuluhan tentang asuransi dan memberikan biaya yang sesuai untuk asuransi itu. Pemerintah sebaiknya memiliki anggaran yang sesuai untuk asuransi, terutama untuk masyarakat kelas bawah yang sangat sulit untuk memiliki asuransi, sehingga nantinya masyarakat kelas bawah dapat memiliki asuransi juga yang sama dengan yang dimiliki masyarakat menengah dan atas (tidak ada yang dibeda-bedakan), lalu pihak penyelenggara asuransi pun dapat menyelenggarakan asuransi yang setara untuk semua kalangan masyarakat.
    Faktor lain yang membuat asuransi untuk masyarakat kelas bawah penting adalah jika suatu hal buruk terjadi pada masyarakat kelas bawah yang tidak mempunyai asuransi, maka tentu saja yang miskin akan semakin miskin. Maka jika asuransi yang sesuai sudah dimiliki masyarakat kelas bawah, maka kesejahteraan di Indonesia pun akan semakin meningkat.

  20. “Jadi, masihkah Anda berpendapat bahwa asuransi itu hanya untuk orang kaya saja?”

    menurut pendapat saya asuransi dibutuhkan oleh semua orang, baik kaya maupun miskin. karena asuransi dapat menunjang hidup seseorang, terutama asuransi kesehatan, asuransi keselamatan kerja, asusransi kecelakaan dan lain sebagainya.dengan asuransi masyarakat akan mendapat tunjangan apabila terjadi sesuatu pada mereka.

    seharusnya pemerintah memberikan sebuah kebijakan bahwa semua masyarakat harus memiliki asuransi terutama asuransi jiwa dan lebih mensosialisasikan lembaga yang mengurusnya tanpa adanya kecurangan didalamnya.

    negara Indonesia dapat dikatakan maju apabila masyarakatnya makmur dan mendapat perlindungan dari negara melalui asuransi resmi dari negara.

    -terimakasih-

  21. wuihhh kata siapa orang miskin tidak memerlukan asuransi,justru sangat perlu dan wajib karena dengan adanya asuransi tersebut secara tidak langsung dapat membantu kehidupan si miskin di kemudia hari, misalnya asuransi kesehatan jikalau mereka sakit, asuransi pendidikan untuk anak2 mereka nanti, asuransi jiwa untuk keselamatan mereka dan lain-lain maka asuransi sangat penting buat mereka yang kurang mampu “bukan juga hanya orang2 kaya yang menikmati asuransi ,karena menurut saya asuransi siapa saja bisa menikmati dengan syarat dan ketentuan yang mereka sanggupi :D
    dari sini maka ambillah asuransi yang sesuai”. Nggak ada orang yang nggak butuh asuransi, Pak. Orang miskin perlu karena dia nggak kuat nanggung sendiri. Orang kaya mau bukan karena dia nggak kuat nanggung sendiri, tapi karena dia nggak mau nanggung sendiri. Tapi ambillah asuransi sesuai manfaat yang dibutuhkan

  22. Asuransi sebenarnya ditujukan untuk semua lapisan masyarakat yang sadar dengan resiko yang bisa datang kapan saja. Disadari atau tidak sebenarnya dengan menabungpun masyarakat telah melakukan manajemen resiko, misalnya saja seseorang yang menabung Rp.100.000/bulan untuk persiapan anaknya. Dalam waktu 1 tahun ia mengumpulkan 1,2 juta, dengan harapan kekurangan sisanya bisa ditutupi dengan menggenjot tabungan dibulan ke-11 dan ke-12.
    Dari ilustrasi tersebut, terlihat sebenarnya kesadaran melakukan manajemen resiko sudah ada, namun memang belum terlalu baik manajemennya. Lain halnya bila seseorang menggunakan jasa asuransi.
    Jadi kalau ditanya warga miskin perlu atau tidak jawabannya tentu sangat perlu, alasannya :
    1. warga miskin memiliki “ketidakpastian” penghasilan yang tinggi
    2. dengan memiliki jaminan lewat asuransi maka warga miskin bisa bekerja lebih produktif.
    3. asuransi membuat masyarakat (bukan hanya warga miskin) lebih irit, karena uang yg disimpan jelas penggunaannya.

  23. Andikawati says:

    Asuransi secara sederhana merupakan jaminan yang disediakan oleh pihak asuransi, jika ada terjadi sesuatu secara mendadak ataupun terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Maka dari itu Asuransi berperan penting untuk mengatasi hal tersebut. Menurut saya, Asuransi sebaiknya lebih disosialisasikan baik untuk masyarakat kalangan atas maupun kalangan menengah ke bawah. Untuk masyarakat kalangan miskin sebaiknya Pemerintah ikut berperan untuk memberikan bantuan Asuransi yang tidak memberatkan beban bagi masyarakat miskin, seperti Asuransi kesehatan, Asuransi Jiwa, Asuransi Pendidikan. Sebagai contoh Masyarakat miskin yang ingin menggunakan Asuransi Kesehatan dilayani dengan baik dan tidak dipandang sebelah mata oleh pihak-pihak Dinas Kesehatan.

  24. Andikawati says:

    Menurut saya, Pemerintah bisa lebih mensosialisasikan Asuransi kepada masyarakat Indonesia untuk semua kalangan. Untuk Asuransi bagi kalangan menengah ke bawah sebaiknya Pemerintah ikut membantu juga dalam pemberian Asuransi, seperti Asuransi kesehatan, Asuransi Jiwa. Setiap pekerja yang ada di Inonesia baik karyawan tetap maupun karyawan kontrak tetap memperoleh jaminan Asuransi. Untuk itu, Peranan Pemerintah sangat dibutuhkan. Dan bagi kalangan masyarakat miskin sebaiknya pelayanan Asuransi dilayani dengan baik, sebagai contoh untuk masyarakat miskin yang pergi berobat ke rumah sakit menggunakan Asuransi Kesehatan tidak dipandang sebelah mata sehingga keselamatan orang lebih utama daripada sekedar uang muka yang biasanya diminta oleh pihak rumah sakit tersebut.

  25. Rudi says:

    saya pikir edukasi mengenai pentingnya asuransi di Indonesia masih sangat kurang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by WordPress | Designed by: Dog Groomer | Thanks to Assistant Manager Jobs, Translation Jobs and New York Singles