Category Archives: Artikel

Sekilas Manajemen Risiko (1)

ProsesMR

Manajemen risiko termasuk fungsi perusahaan yang relatif baru dibandingkan fungsi-fungsi manajemen atau perusahaan lain seperti keuangan, pemasaran,produksi, sumber daya manusia, atau teknologi informasi.  Sebagai bidang kajian baru, manajemen risiko memang baru muncul belakangan, yaitu setelah perang dunia kedua (Dione, 2013).  Meskipun menunjukkan perkembangan yang berarti sebagai bidang ilmu atau fungsi perusahaan, namun manajemen risiko belum berhasil menyelamatkan perusahaan, bahkan perekonomian sebuah Negara dari krisi finansial global pada tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa teori dan praktek manajemen risiko masih terus berkembang sampai saat ini.

Kontribusi Asuransi terhadap Perekonomian

DSC05941

Tulisan ini sekilas memaparkan kondisi dan kontribusi perusahaan perasuransian dalam perekonomian nasional. Perubahan lingkungan eksternal, khususnya variabel-variabel ekonomi akan berdampak pada perusahaan perasuransian. Pertumbuhan ekonomi termasuk juga pertumbuhan pendapatan masyarakat merupakan faktor yang dapat mempengaruhi potensi dan prospek industri asuransi. Secara makro, kinerja perusahaan asuransi akan terimbas dari menurunnya aktivitas atau perkembangan ekonomi sebuah Negara. Beberapa penelitian menunjukkan bentuk hubungan antara industri asuransi dengan pertumbuhan ekonomi di satu atau beberapa Negara.

Prinsip dan Tahap Manajemen Risiko

Risk Management

ISO 31000 menjelaskan prinsip-prinsip manajemen risiko yaitu: (1) Manajemen risiko menciptakan dan melindungi nilai; (2) Manajemen risiko merupakan bagian integral dari proses organisasi; (3) Manajemen risiko merupakan bagian dari pengambilan keputusan; (4) Manajemen risiko secara eksplisit mengkaji ketidakpastian; (5) Manajemen risiko adalah sisitematis, terstruktur, dan tepat waktu; (6) Manajemen risiko berbasis pada ketersediaan informasi yang terbaik; (7) Manajemen risiko disesuaikan dengan kondisi; (8) Manajemen ririko mempertimbangkan faktor budaya dan sumber daya manusia; (9) Manajemen risiko itu transparan dan inklusif; (10) Manajemen risiko adalah dinamis, iteratif, dan tanggap terhadap perubahan; (11) Manajemen risiko memfasilitas perbaikan berkelanjutan dan memperkuat organisasi.

Sekilas E-Insurance

IMG_7059

Tuntutan transparansi di sektor jasa keuangan, termasuk perusahaan perasuransian dipengaruhi oleh pertumbuhan masyarakat informasi di Indonesia yang mulai terbiasa dengan pencarian informasi di internet.  Menurut Khan and Ismail (2012), internet menjadi salah satu sumber informasi yang paling sering dimanfaatkan oleh masyarakat.  Dibandingkan dengan sektor lembaga keuangan lain yang intensif menerapkan internet untuk mencapai daya saing berkelanjutan, sektor asuransi relatif lebih lambat dalam menerapkan prinsip e-commerce (Grossman dkk, 2004).

Kepemilikan Asing Menurut UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian

Kepemilikan asing di industri asuransi Indonesia diatur pada Pasal 7 Undang Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian. Perusahaan Perasuransian hanya dapat dimiliki oleh: (a)  warga negara Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia yang secara langsung atau tidak langsung sepenuhnya dimiliki oleh warga negara Indonesia; atau (b) warga negara Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia bersama-sama dengan warga negara asing atau badan hukum asing yang harus merupakan Perusahaan Perasuransian yang memiliki usaha sejenis atau perusahaan induk yang salah satu anak perusahaannya bergerak di bidang Usaha Perasuransian yang sejenis. Warga negara asing dapat menjadi pemilik Perusahaan Perasuransian hanya melalui transaksi di bursa efek. Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria badan hukum asing dan kepemilikan badan hukum asing serta kepemilikan warga negara asing Perusahaan Perasuransian selanjutnya akan diatur dalam Peraturan Pemerintah.

Powered by WordPress | Designed by: Dog Groomer | Thanks to Assistant Manager Jobs, Translation Jobs and New York Singles